Advertisement
MUSI BANYUASIN
Beranda / MUSI BANYUASIN / Didukung BKN Regional VII, Pemkab Muba dorong penempatan ASN berbasis kompetensi demi percepatan layanan publik

Didukung BKN Regional VII, Pemkab Muba dorong penempatan ASN berbasis kompetensi demi percepatan layanan publik

mubaakor.com PALEMBANG, — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyatakan kesiapan untuk menjalankan Program Pembangunan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas birokrasi dan pelayanan publik.

Komitmen tersebut terungkap saat Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN), Heni Sri Wahyuni, di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (16/4/2026).

Turut hadir dalam pertemuan itu, Asisten III Setda Muba Drs H RE Aidil Fitri, Kepala BKP SDM Muba H Pathi Riduan SE ATD MM, Kabag Organisasi Setda Muba Hj Nurzahrawati SPd MT, Ketua Tim Pembinaan Manajemen ASN Walter Marianus Simarmata, dan Jajaran Tim Regional VII BKN.

Dalam paparannya, Heni Sri Wahyuni menjelaskan bahwa program manajemen talenta ASN merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih terarah.

“Program ini menitikberatkan pada penerapan sistem merit, yakni pengelolaan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar. Tujuannya agar penempatan jabatan benar-benar sesuai dengan kemampuan, atau right man on the right place,” tuturnya.

Bupati Toha: Muscab PKB Harus Melahirkan Program yang Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Ia menambahkan, meski belum bersifat wajib, program ini mendapat respons positif dari banyak kepala daerah karena dinilai mampu menjadi motor penggerak perubahan birokrasi.
Menurut Heni, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas ASN.

“Jika ASN unggul, maka roda pemerintahan akan berjalan lebih cepat dan efektif. Karena itu, penting menjaga kesinambungan sistem tanpa terlalu sering melakukan pergantian yang tidak berbasis kinerja,” katanya.

Laman: 1 2

×
×