“Melalui penelitian ini, kami melihat peluang besar untuk mengolah limbah kelapa sawit menjadi energi biomassa yang lebih ramah lingkungan,” ungkap mereka.
Disampaikannya, bahwa Penelitian ini dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengumpulan limbah cangkang sawit, proses karbonisasi, penghalusan, hingga pencampuran dengan perekat alami sebelum dicetak menjadi briket dan diuji di laboratorium.
Hasil penelitian ini, lanjutnya menunjukkan bahwa salah satu formulasi briket memiliki performa terbaik dengan nilai kalor tinggi, kadar air rendah, serta waktu pembakaran yang lebih lama dibandingkan bahan mentahnya. Temuan ini memperkuat potensi limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif yang efisien sekaligus solusi dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
“Ke depan, penelitian ini masih dapat dikembangkan melalui uji skala besar, analisis emisi, serta penerapan teknologi sederhana agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” jelas mereka.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Sekayu dan Kepala SMP Negeri 6 Unggul Sekayu menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Muba terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi siswa, khususnya di bidang riset dan inovasi, guna mencetak generasi unggul yang berdaya saing global.
“Terima kasih atas sambutan dan support pak Bupati beserta jajarannya, semoga siswa-siswi bisa membawa baik Kabupaten Muba,”tandasnya.
