Selain berdampak pada keresahan di masyarakat, penyebaran hoaks juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Ia mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Karena itu, sebelum membagikan informasi, pastikan terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang justru menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga ruang digital tetap sehat dan kondusif. Salah satunya dengan melaporkan informasi yang diduga hoaks kepada pihak berwenang atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan meningkatnya kesadaran dan literasi digital masyarakat, diharapkan ruang media sosial dapat dimanfaatkan secara positif sebagai sarana berbagi informasi, edukasi, dan komunikasi yang bermanfaat.
“Mari bersama menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab, sehingga persatuan dan ketertiban di tengah masyarakat tetap terjaga,” tandasnya.
