“Pesan saya untuk seluruh peserta, tetaplah menjaga sportivitas karena di sini kita semua satu untuk bendera Sumatera Selatan,” tutur Ahya menutup wawancara.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan semangat kompetitif yang tinggi, cabang olahraga Goal Ball di Peparprov V Sumsel tahun ini diharapkan melahirkan generasi baru atlet disabilitas berprestasi, sekaligus memperkuat posisi Sumsel sebagai salah satu provinsi dengan pembinaan olahraga disabilitas terbaik di Indonesia.
Tentang Goal Ball
Goalball adalah olahraga khusus bagi penyandang tunanetra yang mengandalkan pendengaran dan perasaan ruang (spatial awareness).
Permainan ini dimainkan oleh dua tim, masing-masing terdiri dari tiga pemain, di lapangan berukuran 18 x 9 meter. Tujuannya adalah melempar bola berlonceng ke gawang lawan sambil mencegah bola lawan masuk ke gawang sendiri.
Setiap pemain menggunakan penutup mata (eyeshade) agar semua berada dalam kondisi setara. Karena bola berisi lonceng kecil, pemain mengandalkan suara bola dan komunikasi antar tim untuk menentukan arah dan kecepatan bola.
Olahraga ini menuntut konsentrasi tinggi, refleks cepat, serta koordinasi tim yang baik. Goalball juga merupakan cabang resmi Paralimpiade, dan menjadi salah satu olahraga paling populer di kalangan atlet disabilitas netra di seluruh dunia.
